Proposal PTK TIK



PROPOSAL PTK

BAB I
PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang Masalah
Salah satu materi pelajaran TIK untuk kelas IX adalah Jaringan Internet. Setiap pembelajaran di ruang komputer materi disampaikan dengan cara membagi tiga kelompok siswa, hal ini dilakukan karena sarana komputer yang tidak cukup untuk seluruh siswa yang berjumlah 36 siswa sementara komputer yang ada berkisar 14-18 unit dan itupun terkadang sering terjadi gangguan saat digunakan. Karena alasan tersebut di atas, pembelajaran komputer didilaksanakan secara klasikal, artinya seluruh siswa dalam sekelas belajar bersamaan sehingga satu unit komputer digunakan tiga siswa .
Berdasakan identifikasi masalah dan pengamatan yang dilakukan pada setiapevaluasi hasil belajar, siswa yang dinilai menguasai dan dapat cara-caranya mengerjakan latihan dengan benar dan tepat sesuai dengan  berkisar 25% (9orang) dari 36 siswa.
Berdasar kepada masalah yang telah diuraikan pada pendahuluan, maka salah satu pemecahannya adalah dengan menggunakan Media Power Point sebagai media presentasi dalam proses pembelajaran.
Bahwa memilih metode mengajar tidak bisa sembarang tapi harus  disesuaikan dengan banyak faktor yang mempengaruhinya, seperti :
a. Tujuan
b. Anak didik dengan berbagai jenis kematangannya.
c. Situasi
d. Fasilitas : Kualitas dan kuantitas.
e. Pribadi guru.
Dari uraian di atas maka dalam pemecahan masalah ini diambil langkah-langkah pemecahan masalah sebagai berikut :
a) Menyusun rencana pembelajaran dan strategi pembelajaran yang lebih efektif sesuai dengan tingkat kemampuan siswa.
b) Melakukan tes untuk mengelompokan siswa. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengerjakan tes.
c) Membuat materi pelajaran dalam bentuk presentasi Power Point
d) Menggunakan media pembelajaran (LCD Proyektor) sebagai alat bantu untuk menjelaskan materi pelajaran.

B.      Rumusan Masalah
Perumusan masalah dari PTK ini adalah :
Apakah penggunaan Media Power Point dapat meningkatkan kemampuan Siswa dalam mempelajari Jaringan Internet?

C.      Tujuan Penelitian
Meningkatkan kemampuan siswa dalam mempelajari jaringan internet.

D.      Manfaat Penelitian
1.    Bagi Guru: melalui PTK ini Guru dapat mengetahui metode pembelajaran yang interaktif dan efektif meningkatkan sistem pembelajaran serta meminimalkan kesalahan siswa dalam mempelajari jaringan internet.
2.    Bagi siswa: hasil penelitian ini bermanfaat bagi semua siswa karena terjadi pembelajaran mandiri yang menarik.
3.    Bagi Sekolah: hasil penelitian ini membantu memperbaiki pembelajaran TIK di sekolah.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA


A. Deskripsi Teori

1.  Model cooperative learning merupakan model pembelajaran kelompok yang akhir-akhir ini menjadi perhatian dan dianjurkan para ahlli pendidikan untuk digunakan.   Slavin (195) mengemukakan dua alasan, pertama, pembelajaran Koooperatif dapat meningkatkan prestasi bellajar siswa. Kedua, pembelajaran Kooperatif dapat merealisasikan kebutuhan siswa Dalam belajar berfikir.

2.   Hasil Belajar
      Pengertian belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau lmu (Depdikbud, 1995 : 14 ). Jadi prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukan dengan nilai atau angka yang diberikan oleh guru. Prestasi dalam penilitian yang dimaksudkan adalah nilai yang diperoleh oleh siswa pada mata pelajaran matematika dalam bentuk nilai berupa angka yang diberikan oleh guru kelasnya setelah melaksanakan tugas yang diberikan padanya.

3.       Pembelajaran Teknologi Informasi dan komunikasi  
       Kehadiran mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) memiliki peranan yang sangat penting dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi sejak dini. TIK merupakan wahana untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dalam bidang teknologi, sikap, nilai, serta tanggung jawab sebagai warga negara yang bertangung jawab kepada lingkungan, masyarakat, bangsa, dan negara yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (Budimansyah, 2003). Hal yang menjadi hambatan dalam pembelajaran TIK selama ini adalah kurang profesionalnya guru dalam menyampaikan pelajaran. Mereka jarang menggunakan alat peraga dan sumber belajar, sehingga kurang menarik minat peserta didik, sehingga prestasi belajar kurang memuaskan. Singkatnya pembelajaran TIK selama ini kurang menarik dan cenderung verbalisme. Hasil study dari Blazely (Sukirno: 2003) di sejumlah SMP menunjukkan bahwa pola pembelajaran di bidang TIK berjalan sangat teoritis tex book oriented dan tidak terkait dengan lingkungan di mana siswa belajar. Akibatnya siswa sulit memahami konsep TIK yang telah dipelajari melalui metode ceramah dan latihan mengerjakan soal-soal pada gilirannya motivasi siswa juga menurun karena mereka merasa tidak mendapatkan manfaat dari apa yang dipelajari. Menurut Hariyanti (2000), memang masih banyak guru yang kurang mampu membuat perencanaan mengajar dengan baik, kurang terampil menggunakan media pembelajaran, kurang dapat mengaktifkan siswa dalam belajar, kurang mampu menentukan metode mengajar yang tepat, dan kurang menguasai materi yang diajar kan.

B.   Hasil Penelitian yang Relevan
  Model pembelajaran Kooperatif di desain untuk memperbaiki system pembelajaran yang selama ini memiiki kelemahan.

C.      Kerangka Berpikir
Hakikat, Interaksi dan Hasil belajar
a.  Hakikat Belajar
Menurut Bagne seperti yang dikutip oleh M. Purwanto ( 1990 : 84 ) menyatakan bahwa: “ Belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa hingga perbuatannya berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi “, sementara itu Edward Thorndike (1973) berpendapat, bahwa belajar adalah proses orang memperoleh berbagai kecakapan, keterampilan, dan sikap.
Belajar mencakup semua aspek tingkah laku dan dapat dilihat dengan nyata, proses yang tidak dapat dilihat dengan nyata, proses itu terjadi dalam diri seseorang yang sedang mengalami belajar. Jadi belajar bukan merupakan tingkah laku yang nampak tetapi merupakan proses yang terjadi secara internal dalam diri individu dalam usahanya memperoleh hubungan yang baru. Hubungan baru dapat berupa antara reaksi-reaksi, perangsangan-perangansangan dan reaksi.
Dari uraian tentang belajar di atas, dapat kita ambil kesimpulan betapa pentingnya proses belajar dan kehidupan manusia. Untuk itu perlu kiranya kita menyusun sendiri prinsip-prinsip belajar. Dalam hal ini Slameto (19991:27-28) mengemukakan prinsip-prinsip belajar, sebagai berikut:
1) Dalam belajar setiap siswa harus diusahakan berpartisipasi aktif meningkatkan minat dan membimbing untuk mencapai tujuan instruksional.
2) Belajar bersifat keseluruhan dan materi itu memiliki struktur, penyajian yang sederhana sehingga siswa mudah menangkap pengertiannya.
3)    Belajar harus dapat menimbulkan reinforcement dan motivasi yang kuat pada siswa untuk mencapai tujuan instruksional
.4) Belajar itu proses kontinyu maka harus tahap demi tahap menurut discovery;
5)   Belajar adalah proses organisasi, adaptasi, eksplorasi dan discovery;
6) Belajar harus dapat mengembangkan kemampuan tertentu sesuai dengan tujuan intruksional yang harus dicapai;
7)  Belajar memerlukan saran yang cukup,sehingga siswa dapat belajar dengan tenang;
8) Belajar perlu lingkungan yang menantang, dimana anak dapat mengembangkan kemampuannya ber-eksplorasi dan belajar dengan efektif;
9)    Belajar perlu ada interaksi siswa dengan lingkungannya

b.    Interaksi Belajar
Belajar mengajar adalah sebuah interaksi yang bernilai normatif. Belajar mengajar adalah suatu proses yang dilakukan secara sadar dan bertujuan.
Dalam interaksi pembelajaran unsur guru dan siswa harus aktif, karena tidak mungkin terjadi proses interaksi bila hanya satu unsur yang aktif. Aktif dalam sikap, mental, dan perbuatan. Ada tiga pola komunikasi antara guru dan anak didik dalam proses interaksi edukatif, yakni komunikasi sebagai aksi, komunikasi sebagai interaksi, dan komunikasi sebagai transaksi.
-    Komunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah menempatkan guru sebagai pemberi aksi dan anak didik sebagai penerima aksi. Guru aktif, dan anak didik pasif. Mengajar dipandang sebagai kegiatan menyampaikan bahan pelajaran.
-    Komunikasi sebagai interaksi atau komunikasi dua arah, guru berperan sebagai pemberi aksi atau penerima aksi. Demikian pula halnya anak didik, bisa sebagai penerima aksi, bisa pula sebagai pemberi aksi. Antara guru dan anak didik akan terjadi dialog.
- Komunikasi sebagai transaksi atau komunikasi banyak arah, komunikasi tidak hanya terjadi antara guru dan anak didik. Anak didik dituntut lebih aktif daripada guru, seperti halnya guru, dapat berfungsi sebagai sumber belajar bagi anak didik lain.
Penggunaan variasi pola interaksi mutlak dilakukan oleh guru. Hal ini dimaksudkan agar tidak menimbulkan kebosanan, kejenuhan, serta untuk menghidupkan suasana kelas demi keberhasilan anak didik dalam mencapai tujuan.

c.    Hasil Belajar
Belajar sangat erat hubungannya dengan prestasi belajar.Karena prestasi itu sendiri merupakan hasil belajar itu biasanya dinyatakan dengan nilai. Menurut Winarno Surahmad ( 1997 : 88 ) “Hasil belajar adalah hasil dimana guru melihat bentuk akhir dari pengalaman interaksi edukatif yang diperhatikan adalah menempatkan tingkah laku”.
Dapat diartikan bahwa hasil belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau Perubahan diri seseorang yang dinyatakan dengan cara bertingkah laku baru berkat pengalaman baru.
Hasil belajar merupakan hasil dari proses kompleks.Hal ini disebabkan banyak Faktor yang terkandung di dalamnya baik yang berasal dari faktor internal maupun faktor eksternal.
Adapun faktor internal yang mempengaruhi hasil belajar yaitu:
- Faktor fisiologi seperti kondisi fisik dan kondisi indera.
- Faktor Psikologi meliputi bakat, minat, kecerdasan motivasi, kemampuan kognitif.
Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar adalah :
- Lingkungan : alam,masyarakat/keluarga
- Faktor Instrumental : kurikulum/bahan pengajaran sarana dan fasilitas.

d.    Motivasi belajar
Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik).
Motivasi tersebut perlu dimiliki oleh para siswa dan guru untuk memperlancar pembelajaran. Kaitannya dengan pembelajaran. motivasi merupakan faktor yang sangat besar pengaruhnya pada proses belajar siswa tanpa adanya motivasi, maka proses belajar siswa akan sukar berjalan secara lancar. Dalam konsep pembelajaran, motivasi berarti seni mendorong peserta didik untuk terdorong melakukan kegiatan belajar sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Motivasi adalah syarat mutlak dalam belajar, hal ini berarti dalam proses pembelajaran. Adakalanya guru membangkitkan dorongan, desire. incentive, atau memotivasi murid untuk aktif ambil bagian dalam kegiatan belajar (Rasyad, 2003:92). Upaya menggerakkan, mengarahkan, dan mendorong kegiatan murid untuk belajar dengan penuh semangat dan vitalitas yang tinggi dinamakan memberi motivasi. Banyak bakat anak tidak berkembang hal ini menurut Purwanto (2002:61) dikarenakan tidak diperolehnya motivasi yang tepat. Jika seseorang mendapat motivasi yang tepat. maka lepaslah tenaga yang luar biasa, sehingga tercapai hasil-hasil yang semula tidak terduga. Dalam proses pembelajaran para guru perlu mendesain motivasi yang tepat terhadap anak didik agar para anak didik itu belajar atau mengeluarkan potensi belajarnya dengan baik memperoleh hasil yang maksimal.

f.    Media Presentasi Power Point
Metode ini dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak presentasi yang dikembangkan microsoft dalam paket program aplikasi microsoft office. Dengan menggunakan program aplikasi Microsoft Power Point, materi pembelajaran dapat ditampilkan dalam beentuk tampilan/visual yang lebih menarik dan dapat pula disisipkan suara, sehingga menjadi lebih menarik dan interaktif. Dengan menggunakan bantuan LCD Proyektor  materi pembelajaran dalam bentuk Power Point dapat ditayangkan pada layar sehingga penyampaian pesan kepada siswa lebih efektif meskipun ada kendala ruangan seperti yang disebutkan pada pendahuluan.

D.     Hipotesa Tindakan
       Metode Kooperatif akan meningkatkan hasil belajar TIK siswa kelas IX B SMPN 1 Ciruas.






BAB III
METODE PENELITIAN

A.  Setting Penelitian
Penellitian ini akan diakukan dalam mata pelajaran TTeknologi Inormasi dan komunikasi di SMPN 3 Ciruas. Suubyek Penelitian ini adalah siswa kelas IX  sebanyak 36 orang,17 Siswa Perempuan dan 19 siswa laki-laki.
a.       Teknik Analisis Data
Untuk mengetahui keefektivan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran perlu diadakan analisa data. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui prestasi belajar yang dicapai siswa juga untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran serta aktivitas siswa selama proses pembelajaran.
Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran.
Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu:
  1. Untuk menilai ulangan atau tes formatif
Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa, yang selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas tersebut sehingga diperoleh rata-rata tes formatif dapat dirumuskan:
Keterangan      :      = Nilai rata-rata
                           Σ X   = Jumlah semua nilai siswa
                                       Σ N   = Jumlah siswa
2.   Untuk ketuntasan belajar
     Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan secara  
     klasikal. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar mengajar yaitu seorang
     siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai skor 75% atau nilai 75.

B.      Metodoologi Penelitian
Metode penelitian yang digunakan menggunakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah melalui penerapan langsung di kelas atau tempat kerja (Isaac, 1994:27). Sedangkan menurut Prof. Suhardjono (2006:56) mengatakan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan bagian dari penelitian tindakan yang dapat dipandang sebagai tindak lanjut dari penelitian deskriftif maupun eksperimen. Pada penelitian tindakan kelas bukan lagi mengetes sebuah perlakuan tetapi sudah mempunyai keyakinan akan ampuhnya sesuatu perlakuan.

C.      Siklus Penlitian
Siklus Pertama
1) Perencanaan Tindakan
    Pada tahap ini akan dilakukan :
- Menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar untuk mata pelajaran TIK Kelas IX, dan mengembangkan skenario pembelajaran.
- Menentukan pokok bahasan yang akan diajarkan pada setiap tindakan.
Menjelaskan dasar-dasar sistem jaringan: internet dan intranet
Macam-macam topologi jaringan 
  Menjelaskan terbentuk dan terhubungnya jaringan internet dari jaringan kecil  menjadi   internet
2) Pelaksanaan Tindakan
Melaksanakan tindakan sesuai dengan skenario yang telah direncanakan, yaitu ;
Menyampaikan materi dasar-dasar sistem jaringan dengan menggunakan Media Power Point

3) Observasi/Pengamatan
Pada tahap ini guru mengamati proses kegiatan yang sedang berlangsung, diantaranya:
-    Mengamati interaksi belajar siswa saat ditayangkan materi pelajaran dalam media power point 
-    Menilai lembar kerja yang telah dikerjakan siswa.
4) Analisis dan Refleksi
Pada tahap ini dilakukan untuk evalusi seluruh tindakan yang dilakukan berdasarkan hasil pengamatan
 -   Apakah materi yang disampaikan guru dengan menggunakan power point yang ditayangkan proyektor dapat dimengerti siswa.
Indikator yang dapat dilakukan adalah melihat hasil pada lembar latihan siswa. (jika hasilnya belum mencapai 75% maka akan dilakukan perbaikan pada siklus kedua dengan materi yang sama, dan jika hasilnya sudah memuaskan maka pada siklus kedua akan disampaikan materiselanjutnya).
-    Menyusun rencana perbaikan sesuai dengan kelemahan-kelemahan pada yang terjadi berdasarkan hasil pengamatan untuk digunakan pada siklus kedua.

Siklus Ke Dua
1) Perencanaan Tindakan
- Mengidentifikasi masalah pada siklus pertama dan menyusun alternatif pemecahannya.
-             Menyiapkan media dan materi yang akan disampaikan.
2) Pelaksanaan Tindakan
- Guru menjelaskan materi dasar-dasar sistem jaringan dengan menyisipkan suara pada tayangan power point bila perlu.
- Pada menjelang akhir jam pelajaran Guru melakukan tanya jawab dan menjelaskan kesimpulan dari kegiatan belajar.

3) Observasi / Pengamatan
Guru mengamati proses kegiatan yang sedang berlangsung, diantaranya :
-    Mengamati interaksi belajar ketika ditayangkan materi pelajaran dalam media power point. 
-    Menilai lembar kerja yang telah dikerjakan siswa.
4) Analisis dan Reflesksi
Pada tahap ini dilakukan evalusi seluruh tindakan berdasarkan hasil pengamatan dan penilaian juga membuat suatu kesimpulan dari hasil pengamatan dan penilaian tersebut.

SIKLUS KETIGA
1) Perencanaan
- Mengidentifikasi masalah pada siklus kedua dan menyusun alternatif pemecahannya.
- Menyiapkan media dan materi menggunakan fungsi (logika, dan statistik).
- Merubah kelompok dan membagi kelompok secara acak. (tidak lagi berdasarkan kepada hasil tes yang dilakukan pada perencanaan di siklus pertama), tetapi tetap menggunakan nama kelompok tutor dan kelompok teman.
2) Tindakan
- Kelompok yang menjadi tutor masuk ruang komputer untuk mendapat materi secara langsung dari guru pengajar selama 1 jam pelajaran, sementara kelompok teman berada di kelas dengan diberi tugas untuk membaca materi yang akan diterangkan dan merngkum hasil belajar pada siklus pertama.
-    Guru menjelaskan materi Menggunakan fungsi (logika, dan statistik).
-    Pada akhir satu jam pelajaran Guru melakukan tanya jawab dan menjelaskan kesimpulan dari kegiatan belajar.
-    Setelah satu jam pelajaran Kelompok teman masuk ruangan komputer dan belajar materi menggunakan rumus dengan dibimbing oleh kelompok tutor.
3) Pengamatan
Guru mengamati proses kegiatan yang sedang berlangsung, diantaranya
- Mengamati interaksi belajar yang sedang berlangsung (aktifitas, kreatifitas) untuk siswa yang menjadi tutor maupun sebagi teman.
-    Menilai lembar kerja yang dikerjakan.
4) Reflesksi
Pada tahap ini dilakukan untuk mengevalusi seluruh tindakan yang dilakukan berdasarkan hasil pengamatan dan membuat suatu kesimpulan dari hasil pengamatan tersebut.

4. Cara Pengumpulan Data
Dari hasil pelaksanaan penelitian tindakan, ditentukan teknik pengumpulan data yang berorientasi pada observasi partisipasif (Wolcott,1992), yaitu peneliti melakukan observasi sambil ikut serta dalam kegiatan yang sedang berjalan.

D.      Kriteria Keberhasilan
Jumlah skor perolehan maks = 30
Rumus Penilaian :           Nilai = jumlah skor perolehan : 30
Kriteria Penilaian :         8 – 10 = Sangat Baik ( A)
                                   7 – 7,9 = Baik (B)
                                   6 – 6,9 = Cukup (C)
                                      ≥ 5,9 = Kurang (K)





          TIM PENELITI

1.  Ahmad Rosyyidi, S.Pd.
     Guru bidang studi TIK SMPN 1 Ciruas
      Tugas : Peneliti
  2. Dedi Rohaendi, S.Pd
      Guru bidang studi TIK SMPN 1 Ciruas
      Tugas : Mitra peneliti ( kolaborator) 
  
E.   Instrumen Penelitian
        Instrumen untuk mengukur peningkatan hasil belajar siswa akan dilakukan dengan tes hasil belajar. Berikuut ini adalah table kisi-kisi tes hasil belajar
Tabel. Kisi-kisi Tes hasil Belajar
Kompetensi dan indicator
Proses kognitif
Ingatan
Pemahaman
aplikasi
analisis
evalluasi
kreasi
KD 1






Indikator 1






Indikator 2







F.  Analisis Data
Untuk menganalisa data, peneliti menggumpulkan dan mengolah data secara kuantitatif dari format observasi dan format penilaian (unjuk kerja) dari setiap siklus sehingga dapat mengetahui persentase peningkatan hasil belajar yang kemudian dideskripsikan untuk diambil suatu kesimpulan.

G. Kolaborasi
Kolaborasi penellitian adalah penelitian yang menekankan pada pembelajaran kelompok.




H.   Jadual Penelitian
No
Kegiatan
Minggu Ke……..
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Perencanaan












2
Proses pembelajaran












3
Evaluasi












4
Pengumpulan Data












5
Analisis Data












6
Penyusunan Hasil












7
Pelaporan Hasil
























DAFTAR PUSTAKA
.
Sagala, H.Syaiful. 2006. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung :
CV Alfabeta
Suwanda, Dodo. 2007. Diktat Belajar Komputer jilid 3 dan 4.
________. Belajar Penelitian Tindakan. Alamat web :
ardhana12.wordpress.com/2008/ 01/25/belajar-penelitian-tindakan-kelas-yuuuk/. Diakses pada tanggal 25 Nopember 2008
________. Metoda Pembelajaran.
Alamat Web : www.salman-alfarisi.com
Diakses pada tanggal 29 Juni 2011 pukul 10.54